Bencana gempa tampaknya menjadi sebuah bencana yang terus terjadi secara beruntun di bumi Indonesia tercinta ini. Kiranya hal ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita kenapa hal itu bisa sampai terjadi.
Kemarin, ada yang mengatakan bahwa waktu kejadian gempa apabila dikaitkan dengan qur’an, maka akan ditemukan korelasi dengan surat dan ayat tersebut. contoh, gempa di Padang pada pkl 17.16, maka ketika ditelusuri, maka akan terlihat ayat berikut :
| Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. |
وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا |
16 |
dari ayat di atas tampak bahwa sepertinya kejadian gempa di Padang kemarin sesuai dengan apa yang difirmankan. Namun apakah orang-orang yang hidup mewah di Padang melakukan berbagai kedurhakaan sehingga Allah menurunkan ketetapan-Nya berupa gempa, kita tidak tahu.
Gempa sebelumnya, yang menimpa Tasik dan membuat kerusakan cukup parah di Pangalengan, dikaitkan pula dengan waktu gempanya, yaitu 15.04. Kita dapati ayatnya sebagai berikut :
| Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan. |
وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلا وَلَهَا كِتَابٌ مَعْلُومٌ |
Dari ayat di atas, kitapun mendapati kesamaan bahwa gempa di sana sudah merupakan masanya untuk terjadi gempa. Kenapa seperti itu ? wallahu a’lam. Namun katanya, di Pangalengan merupakan salah satu tempat bahkan pusat Kristenisasi yang sudah berlangsung sejak lama. Sehingga, orang-orang Islamnya hanyalah yang miskin saja, sedangkan sisanya sudah banyak yang pindah agama ke Kristen. Bahkan hasil pertaniannyapun dikuasai oleh para missionaris.
Terlepas benar-tidaknya kaitan ayat dan latar belakang peristiwa gempa akhir-akhir ini, saya kira memang sudah saatnya umat Islam lebih introspeksi diri. Karena bisa saja Allah menetapkan suatu bencana karena para penduduk di suatu negeri disebabkan oleh para penduduknya yang durhaka dan jauh dari Allah. Bandung contohnya, karena kebetulan saya tinggal di daerah Bandung. Informasi yang saya terima saat ini cukup mengkhawatirkan :
- Jumlah penderita HIV terbanyak ada di Bandung
- Jumlah kaum gay mencapai 2000 orang
- Jumlah waria mencapai 4000 orang
- Jumlah pemakai narkotika suntik sudah menggunakan fasilitas suntik puskesmas
dan data lain yang patut dijadikan renungan kondisi masyarakat saat ini sudah seperti itu.
Tidak lupa tetap kita doakan saudara-saudara kita yang ditimpa bencana agar diberi kekuatan dan ketabahan serta tidak lupa berusaha membantu semampu kita.